MAKALAH
CLOUD
COMPUTING
Disusun Oleh :
NAMA : AHMAD MUHTADI
NIM : 2115R1081
JURUSAN : TEKNIK INFORMATIKA
STMIK HIMSYA SEMARANG
TAHUN AJARAN 2015
KATA
PENGANTAR
Assalamualaikum Wr. Wb.
Alhamdulillah,
itulah kata yang patut saya ucapkan seiring dengan selesainya Makalah “ Cloud
Computing “. Saya juga berterimakasih kepada bapak Septia Lutfi,S.kom , M.kom
atas dukungannya selama ini sehingga makalah ini dapat selesai tepat dengan
waktunya.
Dalam
penyusunan makalah ini penulis membahas materi tentang teknologi informasi dan
komunikasi. Tentunya penulis menyadari bahwa sejalan dengan perkembangan
teknologi yang telah terjadi pada zaman yang modern ini perlu adanya informasi
dari berbagai teknologi untuk mengikuti arus perkembangan zaman yang semakin
maju ini. Selain itu teknologi juga akan semakin menambah wawasan ilmu
pengetahuan bagi manusia sebagai subyek dari perubahan zaman itu sendiri.
Akhir kata
semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Kami menyadari bahwa dalam
pembuatan makalah ini masih jauh dari sempurna, untuk itu kami menerima saran
dan kritik yang bersifat membangun demi perbaikan kearah kesempurnaan.
Wassalamualaikum wr.wb
Semarang, 29 September 2015
Penulis
Ahmad
Muhtadi
KATA
PENGANTAR
Alhamdulillah, puji syukur penulis haturkan kehadirat
Allah SWT. Atas rahmat-Nya lah Penulis dapat menyelesaikan makalah ini tepat
pada waktunya.Tak lupa Penulis juga menghaturkan terima kasih yang
sebesar-besarnya kepadasemua pihak yang
telah mendukung dan membantu Penulis dalam menyelesaikan makalah yang
berjudul “ MAKALAH
CLOUD COMPUTING ” ini.
Penulis menyadari bahwa
makalah tersebut masih banyak adanya kekurangan dan masih jauh dari
kesempurnaan. Oleh karena itu penulis berharap akan kritik dan sarannya dari
segenap pembaca. Demikianlah semoga makalah yang telah dibuat tersebut dapat
bermanfaat bagi semuanya. Terimakasih
Semarang, 08 November 2015
Penulis
Ahmad Muhtadi
BAB
I
PENDAHULUAN
1.
Latar Belakang Masalah
Dalam kehidupan sehari-hari, kebutuhan akan data merupakan
hal yang tak bisa terhindarkan lagi. Semua dari hasil kerja kita pasti berupa
data baik yang berupa nyata ataupun data digital. Data digital merupakan suatu
kumpulan kode yang merepresenasikan hasil kerja kita agar bisa dibaca oleh
komputer atau alat olah data kita. Untuk data digital, pastilah memeliki suatu
ukuran besar (size) yang menjadi batasannya. Dengan size tersebut maka data
digital dapat diartikan sebagai sesuatu yang spesifik dan dapat didefinisikan
bentuknya.
Data digital, memiliki kelebihan jika dibanding dengan data
nyata yaitu dapat dipakai terus menerus tanpa mengalami perusakan atau dapat
disebut memiliki kualitas yang sama.Data digital dapat digunakan terus menerus
karena dapat disimpan untuk bisa digunakan terus menerus jika disimpan di dalam
alat penyimpanan (storage). Dengan semua kemudahan dari data digital tersebut,
data digital juga memiliki suatu kekurangan yaitu dengan adanya ukuran size, maka storage(alat simpan) dari
data tersebut harus memiliki ukuran (Space Storage) yang sejumlah dengan data
yang akan disimpan. Untuk beberapa data memang masalah ini belum begitu
terlihat, tapi jika data digital yang akan disimpan terus menumpuk akibat dari
pentingya danbanyaknya tugas. Maka solusi yang biasanya diambil adalah
penghapusan data yang lama atau dengan penambahan storage baru. Memang untuk
penambahan storage baru bisa menyelamatkan data yang sudah tidak muat, tetapi
dengan begitu akan menambah jumlah limbah dan biaya yang besar.
Sebetulnya jawaban dari masalah ini sudah mulai tercetus
oleh John McCarthy pada tahun 1960-an akan tetapi pada waktu itu masih
dirasakan suatu kesuliatan untuk mewujudkan pemecahan masalah ini. Dengan
perkembangan dunia maya yang cepat seiring dengan diluncurkannya Web 2.0 maka
jawaban dari masalah storage yang selama
belum bisa diatasi dapat dipecahkan yaitu dengan Cloud Computer (Cloud
Storage). Cloud Storage merupakan layanan penyimpanan data secara Online di Storage
Server, atau dengan kata lain data kita akan disimpan pada database(storage)
milik server online. Dengan cloud storage penggunanya tidak perlu lagi untuk
membawa data digital dalam alat penyimpanan yang banyak melainkan sewaktu-waktu
dapat diunduh dan diambil lagi untuk digunakan melalaui jaringan internet untuk
mengakses data di server.
2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah di uraikan di atas, pokok
permasalahan yang dapat di angkat adalah:
1.
Apa yang dimaksud
dengan Cloud Computing?
2.
Apa saja
karakteristik yang dimiliki Cloud Computing?
3.
Bagaimana mengenai
sejarah Cloud Computing?
4.
Apa saja kelebihan Cloud Computing ?
5.
Apa saja kekurangan yang dimiliki Cloud Computing?
6.
Apa saja layanan yang di berikan Cloud
Computing?
7.
System operasi apa yang di gunakan dalam Cloud
Computing?
8.
Bagaimana
spesifikasi computer server maupun computer client untuk mendukung layanan
Cloud Computing?
9.
Bagaimana infrastruktur
Cloud Computing?
10.
Perusahaan
apa yang menyediakan Cloud Computing serta biaya/tariff yang di gunakan?
3.
Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dalam penulisan makalah ini antara lain :
1) Untuk memenuhi tugas dari dosen
mata kuliah Teknologi Informasi dan Komunikasi.
2) Untuk menambah wawasan ilmu pengetahuan bagi semua
pembaca termasuk penulis yang telah mencari infomasi perkembangan teknologi dan
referensi mengenai teknologi mengenai jaringan Cloud Computing
3) Mempermudah memahami dan menggunakan Cloud Computing
4) Untuk
mengetahui spesifikasi computer yang mendukung layanan Cloud Computing.
BAB II
PEMBAHASAN
1.
Pengertian Cloud Computing
Komputasi awan (Cloud Computing) adalah di
mana informasi secara permanen tersimpan di server di internet dan tersimpan
secara sementara di komputer pengguna atau client seperti desktop, komputer
tablet, notebook, komputer tembok, handheld, sensor-sensor, monitor dan lain-lain.
Cloud Computing
(Komputasi awan) adalah gabungan pemanfaatan teknologi komputer (komputasi) dan
pengembangan berbasis Internet (awan). Awan (cloud) adalah metefora dari
internet, sebagaimana awan yang sering digambarkan di diagram jaringan komputer.
Komputasi awan (Cloud
Computing) adalah suatu konsep umum tren teknologi terbaru lain yang dikenal
luas mencakup SaaS, Web 2.0 dengan tema umum berupa ketergantungan terhadap
Internet untuk memberikan kebutuhan komputasi pengguna. Sebagai contoh, Google
Apps menyediakan aplikasi bisnis umum secara daring yang diakses melalui suatu
penjelajah web dengan perangkat lunak dan data yang tersimpan di server.
Sebagaimana awan dalam
diagram jaringan komputer tersebut, awan (cloud) dalam Cloud Computing juga merupakan
abstraksi dari infrastruktur kompleks yang disembunyikannya. Ia adalah suatu
metoda komputasi di mana kapabilitas terkait teknologi informasi disajikan
sebagai suatu layanan (as a service), sehingga pengguna dapat
mengaksesnya lewat Internet (di dalam awan) tanpa mengetahui apa yang ada
didalamnya, ahli dengannya, atau memiliki kendali terhadap infrastruktur
teknologi yang membantunya.
2.
Sejarah Cloud Computing
Konsep awal Cloud Computing muncul
pertama kali pada tahun 1960 oleh John McCarthy yang berkata “komputasi suatu
hari nanti akan menjadi sebuah utilitas umum” ide dari cloud computing sendiri
bermula dari kebutuhan untuk membagikan data untuk semua orang di seluruh
dunia. Mohamed J.C.R Licklider, pencetus ide ini, menginginkan semua orang
untuk dapat mengakses apa saja di mana saja. Dengan munculnya grid computing,
cloud computing melalui internet menjadi realitas.
Cloud computing adalah sebuah
mekanisme dimana kemampuan teknologi informasi disediakan bukan sebagai produk,
melainkan sebagai layanan berbasis internet yang memungkinkan kita “meenyewa”
sumber daya teknologi informasi (software, processing power, storage, dan
lainnya) melalui internet dan memanfaatkan sesuai kebutuhan kita dan membayar
yang digunakan oleh kita saja.
Cloud computing merupakan evolusi
dari vrtualization,service oriented architecture, autonomic dan utily
computing. Cara kerja dari cloud computing bersifat transparan, sehingga end-user
tidak perlu pengetahuan, control akan, teknologi insfratuktur dari cloud
computing untuk dapat menggunakannya dalam menyelesaikan tugas-tugas mereka
.merka hanya perlu tahu bagaimana cara mengaksesnya.
Cloud computing adalah hasil dari evolusi bertahap di mana
sebelumnya terjadi fenomena grid computing, virtualisasi, application service
provision (ASP) dan Software as a Service (SaaS). Konsep penyatuan computing
resources melalui jaringan global sendiri dimulai pada tahun ‘60-an. Saat itu
muncul “Intergalactic computer network” oleh J.C.R. Licklider, yang bertanggung
jawab atas pembangunan ARPANET (Advanced Research Projects Agency Network) di
tahun 1969. Beliau memiliki sebuah cita-cita di mana setiap manusia di dunia
ini dapat terhubung dan bisa mengakses program dan data dari situs manapun, di
manapun. Menurut Margaret Lewis, Direktur Marketing Produk AMD. “Cita-cita itu
terdengar mirip dengan apa yang kini kita disebut dengan cloud computing”. Para
pakar komputasi lainnya juga memberikan penambahan terhadap konsep ini, di
antaranya John McCarthy yang menawarkan ide mengenai jaringan komputasi yang
akan menjadi infrastruktur publik, sama seperti the service bureaus yang sudah
ada sejak tahun ‘60-an.
Semenjak tahun ‘60-an, cloud computing telah berkembang
berdampingan dengan perkembangan Internet dan Web. Namun karena terjadi
perubahan teknologi bandwidth yang cukup besar pada tahun 1990-an, maka
Internet lebih dulu berkembang dibanding cloud computing. Dan kini teryata
terlihat bahwa pendorong utama cloud computing adalah karena adanya revolusi
Internet. Salah satu batu loncatan yang cukup drastis adalah dengan adanya
Salesforce.com di tahun 1999, yang merupakan pencetus pertama aplikasi
perusahaan dijalankan melalui Internet. Perkembangan berikutnya adalah adanya
Amazon Web Services di tahun 2006, di mana dengan teknologi Elastic Compute
Cloud (EC2), terdapat situs layanan web yang di komersialkan yang memungkinkan
perusahaan kecil dan individu untuk menyewa komputer atau server, agar dapat
menjalankan aplikasi komputer mereka.
Batu lompatan besar lainnya datang di tahun 2009 dengan Web
2.0 mencapai puncaknya. Google dan lainnya memulai untuk menawarkan aplikasi
browser-based untuk perusahaan besar, seperti Google Apps. “Kontribusi yang
paling penting dari komputasi cloud adalah munculnya “killer apps” dari
penguasa teknologi seperti Microsoft dan Google. Ketika perusahaan tersebut
mengirimkan layanan dalam bentuk yang mudah untuk di konsumsi, efek
penerimaannya menjadi sangat luas”, menurut Dan Germain, Chief Technology IT
provider Cobweb Solution. “Faktor utama lainnya yang mempengaruhi berkembangnya
komputasi cloud antara lain matangnya teknologi visual, perkembangan universal
banwidth berkecepatan tinggi, dan perangkat lunak universal”, menurut Jamie Turner
sang pelopor komputasi cloud. Turner menambahkan, “cloud computing sudah
menyebar luas hingga kepada para pengguna Google Doc. Kita hanya dapat
membayangkan betapa besarnya ruang lingkup yang sudah di capai. Apa saja dapat
di lakukan dan dikirimkan melalui cloud”.
3.
Manfaat Menggunakan Cloud
Computing
Dengan adanya cloud computing akan
mengubah paradigma perusahaan ataupun organisasi IT dalam memandang
investasi teknologi komunikasi informasi.
"Investasi untuk modal kapital berubah menjadi
biaya operasional dengan besaran yang lebih
efisien akibat adanya cloud computing,dan Ini
membuat para pengguna (user) bebas
berkreasi dan tidak perlu menyediakan infrastruktur (data
center, processing power, storage, sampai ke aplikasi desktop) untuk dapat
memiliki sebuah sistem, karena semuanya sudah disediakan secara virtual
Disaat ini kebutuhan akan
pemakaian , pemeliharaan dan keamanan sistem informasi
semakin meningkat, mendorong perusahaan ataupun organisasi untuk meningkatkan dan
mengamankan sistem mereka, namun Karena perusahaan ataupun organisasi tidak memiliki sumber daya yang besar untuk membeli sistem untuk keperluan mereka dan bahkan untuk memelihara sistem informasi mereka ,terlebih lagi untuk mengamankan sistem tersebut maka kemungkinan besar Cloud Computing akan menjadi pilihan pertama dan kemungkinan besar akan berkembang, khusunya di Indonesia.
semakin meningkat, mendorong perusahaan ataupun organisasi untuk meningkatkan dan
mengamankan sistem mereka, namun Karena perusahaan ataupun organisasi tidak memiliki sumber daya yang besar untuk membeli sistem untuk keperluan mereka dan bahkan untuk memelihara sistem informasi mereka ,terlebih lagi untuk mengamankan sistem tersebut maka kemungkinan besar Cloud Computing akan menjadi pilihan pertama dan kemungkinan besar akan berkembang, khusunya di Indonesia.
Bahkan dengan Cloud Computing,
mereka (perusahaan / organisasi) hanya menyewa layanan atau jasa dari penyedia
Cloud Computing. Seperti sudah
dijelaskan sebelumnya dengan Cloud Compuitng ini dapat mengurangi investasi
awal dari sebuah perusahaan atau organisasi yang membutuhkan pememakaian,
pemeliharaan dan keamanan sistem informasi yang lebih baik.
Dalam hal ini
investasi yang besar bagi sebuah perusahaan
atau organisasi akan berubah menjadi suatu sistem operasional
yang mudah dikelola, bahkan penyedia jasa seperti Software as a Service
(SaaS) yand ada di Cloud dapat menawarkan harga yang sangat rendah karena
faktor ekonomi.
Dengan Cloud Computing kita
tidak perlu lagi dikuatirkan dengan adanya kompleksitas Teknologi
saat ini. Perusahaan dan organisasi yang dalam usahanya menggunakan
Teknologi Informasi tidak perlu takut dengan hal-hal yang dapat mengancam
keamanan sistem informasi mereka dan bahkan dalam
hal peng-updatetan suatu Teknologi atau
aplikasi yang dipakai, karena semuanya itu bisa diserahkan kepada
penyedia layanan di Cloud Computing.
Cloud Computing
jangan dijadikan sebagai ―Core Business‖
bagi sebuah perusahaan tapi sebaliknya jadikan-lah Cloud
Computing ini sebagai ―Support Business‖, prinsip ini yang benar
karena Cloud Computing sebagai penunjang
suatu perusahaan dalam mengelola sistem informasi
yang ada di perusahaan tersebut dengan
maksud dan tujuan untuk kelangsungan bisnis dari
perusahaan tersebut, karena Cloud Computing memberikan solusi bagi perusahaan
untuk meringankan operasional perusahaan tersebut dalam hal pengolahan data.
1.
Skalabilitas - Mudah
meningkatkan kapasitas, sebagai kebutuhan
komputasi berubah,
tanpa membeli peralatan tambahan.
tanpa membeli peralatan tambahan.
2.
Accessibility - Akses data dan
aplikasi melalui internet dari mana saja. Mengurangi Biaya
3.
Shift Beban
- Free staf TI internal dari
pembaruan dan isu-isu konstan.
Keprihatinan
utama mengenai cloud computing adalah
keamanan dan kehandalan. Banyak organisasi mengalami
kesulitan mempercayai informasi mereka dengan vendor
pihak ketiga, dan juga penyedia dipublikasikan
padam telah meningkatkan keprihatinan mereka
mengevaluasi kebutuhan komputasi Anda, penting untuk mempertimbangkan
baik manfaat dan risiko dari Cloud Computing.
Sebagai
contoh, data-kerugian yang mungkin baik itu dalam Cloud Computing
dan sistem perusahaan tradisional, tetapi
dalam banyak kasus vendor Cloud Computing akan
memiliki lebih banyak sumber daya yang
tersedia dengan cepat dan akurat memperbaiki kegagalan
ini.
Selain
itu dengan teknologi Cloud Computing
(komputasi awan) akan memberikan dampak lebih ekonomis
dan sumber daya IT yang digunakan lebih efisien, saat aplikasi
bisnis dioperasikan dalam suatu lingkungan. Jasa Cloud adalah
bisnis yang paling cepat tumbuh dan
berkembang pendekatannya untuk memberikan aplikasi
dan layanan dari mana saja ke
pelanggan apapun, pada perangkat apapun. Sebuah pergeseran
yang terjadi dengan komputasi awan yang membentang di alam teknologi dan bisnis,
sebuah pergeseran yang dramatis akan mengubah bisnis dan bagaimana menggunakan
teknologi untuk memenuhi persyaratan.
Dengan
Cloud Kemampuan untuk menangani tugas-tugas
penting, dapat dilakukan lebih efisien oleh
karena dilakukan oleh pihak ketiga,
apakah mereka merupakan inti atau bukan inti
dengan bisnis anda, adalah sebuah model
bisnis yang umum dan merupakan layanan yang bisa
menguntungkan anda.
4.
Karakteristik Cloud
Computing
Dengan semakin maraknya pembicaraan
seputar cloud computing, semakin banyak perusahaan yang mengumumkan bahwa
mereka menyediakan layanan cloud computing. Akan sangat membingungkan bagi kita
para pengguna untuk memastikan bahwa layanan yang akan kita dapatkan adalah cloud
computing atau bukan. Untuk mudahnya, dari semua definisi yang ada, dapat
diintisarikan bahwa cloud computing ideal adalah layanan yang memiliki 5
karakteristik berikut ini.
1) On-Demand Self-Services
Sebuah
layanan cloud computing harus dapat dimanfaatkan oleh pengguna melalui
mekanisme swalayan dan langsung tersedia pada saat dibutuhkan. Campur tangan
penyedia layanan adalah sangat minim. Jadi, apabila kita saat ini membutuhkan
layanan aplikasi CRM (sesuai contoh di awal), maka kita harus dapat mendaftar
secara swalayan dan layanan tersebut langsung tersedia saat itu juga.
2) Broad Network Access
Sebuah
layanan cloud computing harus dapat diakses dari mana saja, kapan saja, dengan
alat apa pun, asalkan kita terhubung ke jaringan layanan. Dalam contoh layanan
aplikasi CRM di atas, selama kita terhubung ke jaringan Internet, saya harus
dapat mengakses layanan tersebut, baik itu melalui laptop, desktop, warnet,
handphone, tablet, dan perangkat lain.
3) Resource Pooling
Sebuah
layanan cloud computing harus tersedia secara terpusat dan dapat membagi sumber
daya secara efisien. Karena cloud computing digunakan bersama-sama oleh
berbagai pelanggan, penyedia layanan harus dapat membagi beban secara efisien,
sehingga sistem dapat dimanfaatkan secara maksimal.
4) Rapid Elasticity
Sebuah layanan cloud
computing harus dapat menaikkan (atau menurunkan) kapasitas sesuai kebutuhan.
Misalnya, apabila pegawai di kantor bertambah, maka kita harus dapat menambah
user untuk aplikasi CRM tersebut dengan mudah. Begitu juga jika pegawai
berkurang. Atau, apabila kita menempatkan sebuah website berita dalam jaringan
cloud computing, maka apabila terjadi peningkatkan traffic karena ada berita
penting, maka kapasitas harus dapat dinaikkan dengan cepat.
5) Measured Service
Sebuah layanan cloud
computing harus disediakan secara terukur, karena nantinya akan digunakan dalam
proses pembayaran. Harap diingat bahwa layanan cloud computing dibayar
sesuai penggunaan, sehingga harus terukur dengan baik.
Ketika
berbicara tentang sistem cloud computing, sistem ini terbagi menjadi dua
bagian: ujung depan dan ujung belakang. Mereka terhubung satu sama lain melalui
jaringan, biasanya adalah Internet. Ujung depan adalah sisi pengguna komputer
(user), atau klien (client), melihat. Bagian belakang adalah “cloud” bagian
dari sistem.
Ujung
depan termasuk komputer klien (atau jaringan komputer) dan aplikasi yang
diperlukan untuk mengakses sistem komputasi awan. Tidak sistem komputasi awan
semua memiliki antarmuka pengguna yang sama. Layanan seperti Web-based e-mail
program memanfaatkan browser Web yang ada seperti Internet Explorer atau
Firefox. Sistem lain memiliki aplikasi unik yang menyediakan akses jaringan
untuk klien.
Di
ujung belakang sistem adalah berbagai komputer, server dan sistem penyimpanan
data yang menciptakan “cloud” dari layanan komputasi. Secara teori, sebuah cloud computer system dapat
mencakup hampir semua program komputer yang dapat anda bayangkan, dari data
pengolahan hingga video game. Biasanya, setiap aplikasi akan memiliki
server khusus nya sendiri.
Sebuah
server pusat mengelola sistem, memantau lalu lintas dan permintaan client untuk
memastikan semuanya berjalan lancar. Sistem ini mengikuti seperangkat aturan
yang disebut protokol dan menggunakan jenis khusus dari perangkat lunak yang
disebut middleware. Middleware network memungkinkan komputer untuk
berkomunikasi satu sama lain. Sebagian besar, server tidak berjalan pada
kapasitas penuh. Itu berarti ada kekuatan pemrosesan yang hasil buangannya
tidak terpakai. Maka akan memerlukan sebuah cara. Teknik ini disebut
virtualisasi server. Dengan memaksimalkan output dari setiap server,
virtualisasi server mengurangi kebutuhan pada mesin dalam bekerja.
6.
Jenis layanan yang Disediakan Cloud
Computing
Secara
umum, layanan Cloud Computing dibagi menjadi tiga tingkat, yaitu aplikasi /
perangkat lunak, platform, dan infrasturktur ( Software as a Service, Platform
as a Service, dan Infrastructure as a Service)
1. Infrastructure as Service
Hal ini meliputi seluruh
penyediaan infratruktur IT seperti fasilitas data center, storage, server, grid
untuk virtualized server, dan seluruh komponen networking yang ada didalam
sistem cloud yang dikelola pihak ketiga. Sebagai pengguna, Pelanggan hanya
perlu login ke sebuah interface yang disiapkan oleh provider dan memilih
sendiri spesifikasi layanan yang dibutuhkan lalu membayarnya sesuai kapasitas
yang dipakai, pelanggan tidak perlu menunggu lama untuk dapat menggunakan
server sesuai kapasitas yang dibutuhkannya. Sinonim lainnya adalah Hardware as
a Service. Secara sederhana, kita “menyewa” infrastruktur atau hardware
provider Cloud Computing, seperti server space, network equipment, memory, CPU
cycle, dan storage.
Ada kasus ketika konfigurasi yang
disediakan oleh penyedia PaaS tidak sesuai dengan keinginan kita. Kita berniat
menggunakan aplikasi yang memerlukan konfigurasi server yang unik dan tidak
dapat dipenuhi oleh penyedia PaaS. Untuk keperluan seperti ini, kita dapat
menggunakan layanan cloud computing tipe Infrastructure as a Service (IaaS).
Pada IaaS, penyedia layanan hanya
menyediakan sumber daya komputasi seperti prosesor, memori, dan storage yang
sudah tervirtualisasi. Akan tetapi, penyedia layanan tidak memasang sistem
operasi maupun aplikasi di atasnya. Pemilihan OS, aplikasi, maupun konfigurasi
lainnya sepenuhnya berada pada kendali kita.
Jadi, layanan IaaS dapat dilihat
sebagai proses migrasi server-server kita dari on-premise ke data center millik
penyedia IaaS ini. Para vendor cloud computing lokal rata-rata menyediakan
layanan model IaaS ini, dalam bentuk Virtual Private Server.
2. Platform-as-a-service
Adalah development platform berbasis web, dimana
Anda bisa menggunakannya untuk membuat sebuah aplikasi web. PaaS akan membuka
kesempatan bagi para developer dari berbagai tingkat pengetahuan, untuk
mengembangkan aplikasi secara cepat dan murah.
Selain itu, aplikasi yang dihasilkan bisa langsung dideploy dengan mudah,
tanpa harus melibatkan tenaga ahli untuk melakukannya,memungkinkan developer
untuk menghilangkan kekhawatirkan mengenai kebutuhan operating
system,infrastructure scaling, load balancing dan lainnya, sehingga mereka
tetap fokus pada application developmentnya. Contohnya adalah Google AppEngine,
yang menyediakan berbagai tools untuk mengembangkan aplikasi di atas platform
Google, dengan menggunakan bahasa pemrograman Phyton dan Django.
Sering terjadi, suatu aplikasi
software yang sifatnya package tidak dapat memenuhi kebutuhan proses bisnis
kita. Demikian pula dengan SaaS, di mana aplikasi yang ditawarkan sebagai
layanan tidak sesuai dengan proses bisnis kita. Nah, pada skenario ini, kita
dapat menggunakan jenis layanan yang disebut Platform as a Service (PaaS).
Pada PaaS, kita membuat sendiri
aplikasi software yang kita inginkan, termasuk skema database yang diperlukan.
Skema itu kemudian kita pasang (deploy) di server-server milik penyedia jada
PaaS. Penyedia jasa PaaS sendiri menyediakan layanan berupa platform, mulai
dari mengatur server-server mereka secara virtualisasi sehingga sudah menjadi
cluster sampai menyediakan sistem operasi di atasnya. Alhasil, kita sebagai
pengguna hanya perlu memasang aplikasi yang kita buat di atasnya.
Jika kita adalah perusahaan pembuat
software, PaaS juga memberi alternatif lain. Alih-alih memasang software di
server konsumen, kita bisa memasang software tersebut di server milik penyedia
layanan PaaS, lalu menjualnya ke konsumen dalam bentuk langganan. Dengan kata
lain, kita membuat sebuah SaaS.
Singkatnya,
dengan PaaS, kita membangun aplikasi kita sendiri di atas layanan PaaS
tersebut. Adapun contoh vendor penyedia layanan Paas adalah Microsoft Azure dan
Amazon Web Services
3. Software-as-a-service
Adalah software atau aplikasi web-based interface, yang dideploy di sisi pihak
ketiga, sehingga dapat diakses melalui jaringan oleh setiap pelanggan. Anda
tidak perlu melakukan deployment aplikasi dari awal, tidak perlu membayar
lisensi software, maupun membeli seperangkat server untuk menjalankan aplikasi
yang Anda butuhkan. Anda cukup membayar aplikasi sesuai dengan penggunaan per
user yang dibayar secara rutin dengan mekanisme OPEX. Karena aplikasi ini
berbasis web, maka Anda hanya butuh koneksi internet dan sebuah browser untuk
menjalankannya. Contoh SaaS yaitu layanan CRM online Salesforce.com,
Zoho.com, dengan harga yang sangat terjangkau, menyediakan layanan SaaS yang
cukup beragam, mulai dari layanan word processor seperti Google Docs, project
management, hingga invoicing online. Layanan akunting online pun tersedia, seperti
yang diberikan oleh Xero.com dan masih banyak lagi. IBM dengan Lotuslive.com
nya dapat dijadikan contoh untuk layanan SaaS di area kolaborasi/unified
communication. Sayangnya untuk pasar dalam negeri sendiri, masih sangat sedikit
yang mau ber investasi untuk menyediakan layanan saat ini.
Sebenarnya kita sudah akrab dengan layanan cloud computing
melalui Yahoo Mail, Hotmail, Google Search, Bing, atau MSN Messenger. Contoh
lain yang cukup populer adalah Google Docs ataupun Microsoft Office Web
Applications yang merupakan aplikasi pengolah dokumen berbasis internet.
Di dunia bisnis, kita mungkin familiar dengan SalesForce.com
atau Microsoft CRM yang merupakan layanan aplikasi CRM. Di sini, perusahaan
tidak perlu setup hardware dan software CRM di server sendiri. Cukup
berlangganan SalesForce.com maupun Microsoft CRM, kita bisa menggunakan
aplikasi CRM kapan dan dari mana saja melalui internet. Kita tidak perlu
melakukan investasi server maupun aplikasi. Kita juga akan selalu mendapat
aplikasi terbaru jika terjadi upgrade. Intinya, kita benar-benar hanya tinggal
menggunakan aplikasi tersebut. Pembayaran biasanya dilakukan bulanan, dan
sesuai jumlah pemakai aplikasi tersebut. Dengan kata lain, pay as you
go, pay per use, per seat.
Nah, semua
layanan ini, dimana suatu aplikasi software tersedia dan bisa langsung dipakai
oleh seorang pengguna, termasuk ke dalam kategori Software as a Services
(SaaS). Secara sederhana, kita langsung mengkonsumsi layanan aplikasi yang
ditawarkan.
Ø Contoh
Perusahaan Pemberi Layanan Cloud Computing
·
SaaS
Google, seperti Google Docs, Gmail,
GoogleCalendar, dll. Microsoft, seperti Microsoft Office Web Apps, Microsoft
Office Communication Online, Microsoft Dynamics CRM, dll.
·
PaaS
Google,
seperti Google App Engine, Google Web Toolkit, dll. Microsoft, seperti
Microsoft Windows Live, Microsoft Windows Azure, dll.
·
IaaS
Amazon Web
Service, seperti Amazon Elastic Compute Cloud (EC2).
Skytap,
seperti Skytap Cloud(TM)
Hexagrid, seperti V3Cloud Reseller
Program
7.
Tipe-Tipe Cloud Computing
Merujuk ke kata “Private”, Private Cloud sebenarnya
menunjukkan suatu layanan cloud yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan suatu
enterprise atau perusahaan, dan bisa jadi layanan cloud ini di-hosting pada
Datacenter milik Cloud Provider seperti pada Amazon’s Elastic Compute Cloud
(EC2) atau Simple Storage Service (S3) maupun Datacenter milik enterprise itu
sendiri, yang jelas layanan cloud ini tidak bisa diakses secara umum atau bukan
layanan yang terbuka buat publik dan hanya bisa diakses oleh enterprise itu
sendiri. Dan setiap enterprise mempunyai kontrol langsung atas setiap aspek
pelaksanaan Cloud: perangkat keras, jaringan, sistem operasi dan perangkat
lunak lain yang digunakan untuk menciptakan Cloud itu sendiri; cara penerapan
keamanan, bahkan API yang digunakan (yaitu jika menggunakan sistem open
source). Jadi kesimpulannya Private Cloud adalah infrastruktur
layanan cloud yang dioperasikan hanya untuk sebuah
enterprise/organisasi/perusahaaan tertentu, pelanggannya biasanya perusahaan
dengan skala besar, infrastruktur dapat dikelola oleh perusahaan itu sendiri
atau oleh pihak ketiga dan lokasi bisa on-site atau off-site.
Sebuah public cloud, atau external cloud, adalah
bentuk paling umum dari Cloud Computing, di mana layanan yang dibuat tersedia
untuk masyarakat umum dengan cara pay-as-you-go. Pelanggan, baik itu
merupakan pengguna individu maupun perusahaan mengakses layanan yang disediakan
oleh penyedia pihak ketiga melalui internet, dimana sumber daya komputasi
seperti aplikasi, sistem penyimpanan, dan jaringan yang diakses berbagi dengan
banyak pelanggan yang berbeda.
Model public cloud secara luas diterima dan diadopsi
oleh banyak perusahaan karena vendor public cloud terkemuka seperti Amazon,
Microsoft dan Google, memiliki infrastruktur yang telah dilengkapi dengan
sejumlah besar data center, memungkinkan pengguna untuk secara bebas menentukan
seberapa besar sumber daya komputasi yang mereka sewa dan membayar sesuai
dengan apa yang mereka pergunakan.
Public cloud sangat memperhatikan efisiensi, fleksibilitas
dan keamanan. Yang paling utama adalah keamanan, walaupun berada dalam
lingkungan cloud yang sama, antara satu pelanggan dengan pelanggan lain tidak
bisa saling melihat data satu sama lain. Hybrid
cloud, merupakan komposisi dari dua atau lebih infrastruktur cloud
(private, community, atau public).
Meskipun secara entitas mereka tetap berdiri
sendiri-sendiri, tapi dihubungkan oleh suatu teknologi/mekanisme yang
memungkinkan portabilitas data dan aplikasi antar cloud itu. Misalnya,
mekanisme load balancing yang antarcloud, sehingga alokasi sumberdaya bisa
dipertahankan pada level yang optimal.
Menurut lembaga NIST bahwa definisi dan batasan dari
Cloud Computing sendiri masih mencari bentuk dan standarnya. Sehingga nanti
pasarlah yang akan menentukan model mana yang akan bertahan.
Namun semua sepakat bahwa cloud computing akan menjadi
masa depan dari dunia komputasi. Bahkan lembaga riset bergengsi Gartner Group
juga telah menyatakan bahwa Cloud Computing adalah wacana yang tidak boleh
dilewatkan oleh seluruh pemangku kepentingan di dunia TI.
8.
Aspek Keamanan dan Privasi
Cloud Computing
Sebelum suatu perusahaan/organisasi
mendapatkan keuntungan dari komputasi awan, ada beberapa aspek yang berkaitan
dengan Keamanan dan Privasi di bawah ini yang harus diperhatikan :
1. Manajemen
Resiko dan Ketaatan, organisasi yang mulai mengadopsi awan tetap harus
bertanggung jawab untuk aspek manajemen keamanan, resiko, dan ketaatan terhadap
aturan yang berlaku di industri terkait. Manajemen resiko dan ketaatan ini
membutuhkan tim internal yang kuat dan transparansi proses dari penyedia jasa
awan.
Rekomendasi
: penyedia jasa awan harus menggunakan beberapa framework atau best practice
seperti MOF, atau ITIL, dan memiliki sertifikasi seperti ISO/IEC 27001:2005,
dan mempublikasikan laporan audit ke SAS 70 type II. Selain itu juga,
disesuaikan dengan ketentuan suatu negara, mungkin juga harus taat terhadap PCI
atau FISMA.
2. Manajemen
Akses dan Identitas, identitas bisa didapat melalui beberapa penyedia jasa
awan, dan harus bersifat interoperabel antar organisasi yang berbeda, penyedia
awan yang berbeda, dan berlandaskan proses yang kuat.
Rekomendasi
: Autentikasi yang disarankan adalah menggunakan beberapa faktor sekaligus,
seperti biometric, one time password token (seperti token BCA), kartu ID dengan
chip, dan password.
3. Integritas
Layanan, layanan berbasis awan harus dibangun dengan landasan keamanan yang
kuat, dan proses-proses operasionalnya juga harus diintegrasikan dengan
manajemen keamanan di organisasi tersebut. Penyedia layanan awan harus
mengikuti proses yang bisa dibuktikan, terdefinisi, dan jelas dalam
mengintegrasikan keamanan dan privasi ke dalam layanannya mulai dari titik
paling awal, di setiap titik di dalam siklus, sampai paling penghabisan. Selain
itu manajemen keamanan dan auditing harus selaras antara penyedia awan dan pelanggan.
Rekomendasi
: Gunakan sertifikasi semacam EAL4+ (untuk evaluasi keamanan), SDL (untuk
pengembangan aplikasi), ISO/IEC 18044 (untuk incident response).
4. Integritas
Klien, layanan awan yang digunakan di sisi klien harus memperhatikan aspek
keamanan, ketaatan, dan integritas di sisi klien. Integritas klien bisa
ditingkatkan dengan menggunakan paduan praktek terbaik.
Rekomendasi
: Perkuat sistem desktop, pastikan kesehatan sistem desktop, terapkan IT policy
yang tepat, federasi identitas, Network Access Protection dan sebagainya.
5. Proteksi
Informasi, layanan awan membutuhkan proses yang andal untuk melindungi
informasi sebelum, selama, dan setelah transaksi. Manfaatkan Klasifikasi Data
untuk meningkatkan kontrol terhadap data yang siap dilepas ke awan.
Rekomendasi
: Gunakan teknologi enkripsi dan manajemen hak informasi (IRM) sebelum data
dilepas ke awan
9.
Kelebihan Dan Kelemahan
Cloud Computing
v Kelebihan
:
Sebagai
suatu teknologi baru pasti mengundang pro dan kontra, begitu juga dengancloud computing. Pro dan kontra tersebut
terjadi karena tidak lepas dari kelebihan dan kekurangan yang ada dari system
teknologi baru tersebut, berikut kelebihan dari Cloud Computing:
a. Kemudahan
Akses
Ini
merupakan kelebihan yang paling menonjol dari cloud computing, yaitu kemudahan
akses. Jadi kita tidak perlu berada pada suatu computer yg sama untuk melakukan
suatu pekerjaan, karena semua aplikasi dan data kita berada pada server cloud.
b. Fleksibilitas
Hampir
sama seperti contoh di atas, data yg kita perlukan tidak harus kita simpan di
dalam harddisk atau storage computer kita. Dimanapun kita berada, asalkan
terkoneksi internet, kita bisa mengakses data kita karena berada pada server
cloud
c.
Penghematan
(Tanpa investasi awal)
Pastinya
dengan adanya cloud computing, akan memungkinkan bagi perusahaan untuk
mengurangi infrastruktur IT yang pastinya memerlukan investasi yang besar, baik
berupa investasi hardware, software, maupun human resources nya
d. Mengubah
CAPEX Menjadi OPEX
CAPEX
= Capital Expenditure (pengeluaran modal), sedangkan OPEX = Operational
Expenditure (pengeluaran modal). Seperti kelebihan sebelumnya, ini masih
seputar masalah keuangan. Jadi dengan menggunakan teknologi cloud computer ini,
kita tidak harus melakukan pengeluaran modal, sebaliknya kita hanya melakukan
pengeluaran operational
e.
Lentur
dan Mudah Dikembangkan
Sesuai
dengan salah 1 karakter cloud computing yaitu Rapid Elasticity, maka ini juga
merupakan salah 1 kelebihan cloud computing. Jadi customer bisa dengan mudah
menaikkan atau menurunkan resource yang dipakai, dan ini akan mempengaruhi cost
yang mereka keluarkan
f.
Fokus
pada bisnis bukan pada TI
Dengan
mempercayakan semua pengelolaan seputar IT pada cloud service provider, maka
kita akan lebih focus pada bisnis kita bukan pada pengelolaan IT nya.
Dengan
banyaknya kelebihan di atas Cloud Computing juga memeiliki kekurangan yaitu
ketergantungan akan koneksi Internet. Sehingga membutuhkan koneksi dengan
kecepatan yang tinggi agar dapat memanfaatkan(mengambil) file yang berukuran
besar.
Selain
itu kelebihan yang lain adalah;
a.
Menghemat
biaya investasi awal untuk pembelian sumber daya.
b.
Bisa
menghemat waktu sehingga perusahaan bisa langsung fokus ke profit dan
berkembang dengan cepat.
c.
Membuat
operasional dan manajemen lebih mudah karena sistem pribadi/perusahaan yang
tersambung dalam satu cloud dapat dimonitor dan diatur dengan mudah.
d.
Menjadikan
kolaborasi yang terpercaya dan lebih ramping.
e.
Mengehemat
biaya operasional pada saat realibilitas ingin ditingkatkan dan kritikal sistem
informasi yang dibangun.
f.
Integrasi
aplikasi dengan berbagai perangkat
v Kelemahan
Komputer akan menjadi lambat atau
tidak bisa dipakai sama sekali jika internet bermasalah atau kelebihan beban.
Dan juga perusahaan yang menyewa layanan dari cloud computing tidak punya akses
langsung ke sumber daya. Jadi, semua tergantung dari kondisi vendor/penyedia layanan
cloud computing. Jika server vendor rusak atau punya layanan backup yang buruk,
maka perusahaan akan mengalami kerugian besar.
10.
Cloud Computing yang sering
digunakan di Internet
1. Sharing Dokumen dan Presentasi
Internet telah merevolusi bagaimana
kita dapat bekerja sama dan berbagi hal-hal satu sama lain. Dengan klik tombol
kita dapat berbagi presentasi, dokumen dan file dengan teman, keluarga dan
rekan apakah mereka duduk di sebelah Anda atau di sisi lain dunia. Jika anda
telah menggunakan layanan sharing dokumen, seperti Google Docs, atau layanan
file hosting, seperti SkyDrive untuk berbagi file dan dokumen dengan orang yang
anda kenal maka anda telah menggunakan Cloud.
Layanan seperti Google Docs dan
SkyDrive menyimpan file dan dokumen di cloud sehingga dapat diakses dari mana
saja dan sehingga anda dapat mengizinkan pengguna lain untuk melihat dan
membuat perubahan.
Cloud juga dapat sangat berguna
untuk mengakses file sendiri ketika bepergian atau pada komputer yang berbeda.
Anda juga dapat memanfaatkan cloud untuk mengakses bookmark dan preferensi.
Situs bookmark seperti Delicious atau Google Bookmarks akan menyimpan situs web
favorit Anda di awan dan membiarkan anda login untuk melihat dan mengedit dari
mana pun.
2. Penyimpanan / Drive
Salah satu kegunaan penting dari
cloud adalah untuk penyimpanan. Situs seperti Dropbox, Google Drive dan
MediaFire memungkinkan anda untuk menyimpan file dan mengaksesnya dari mana
saja melalui awan.
Banyak pilihan yang memungkinkan
untuk menyimpan sejumlah gigabyte data secara gratis. Memanfaatkan penyimpanan
awan dapat menjadi cara yang bagus untuk menyimpan file dan untuk membebaskan ruang pada komputer.
File, terutama musik dan video, dapat mengambil sejumlah besar ruang pada hard
drive dan flashdisk. Menyimpan file di cloud berarti anda dapat melihat dan menggunakannya kapan
pun dan dimana pun anda suka. Banyak orang juga menggunakan awan sebagai jasa
penyimpanan data untuk menjaga agar data tetap aman.
3. Hiburan
Mungkin seseorang tidak menyadari
berapa banyak bentuk hiburan sekarang menggunakan cloud untuk menjangkau
audiens. Sebagian besar pengguna internet akan menghabiskan waktu dengan TV
favorit mereka secara online. Layanan yang menawarkan program TV dan film untuk
menonton melalui internet, seperti Netflix, iPlayer atau 4oD memanfaatkan cloud
untuk membawa layanan ini ke khalayak umum. Musik Spotify atau website seperti
stasiun radio internet seperti Pandora juga layanan berbasis cloud.
Industri game juga membuat langkah
bersama menuju cloud. Banyak game online yang sudah hosting di cloud dan
diputar melalui internet. Sejumlah layanan cloud gaming telah didirikan dalam
beberapa tahun terakhir dan mungkin terlibat erat dalam mengubah industri game.
Dengan cloud gaming Anda bisa mendapatkan keuntungan dari kecepatan pemrosesan
lebih kuat dan rendering grafis yang lebih baik tanpa perlu komputer Anda
memiliki spesifikasi tinggi.
4. Komunikasi
Salah satu cara paling sederhana
dengan menggunakan cloud yang mungkin tidak disadari adalah email. Kebanyakan
program email berbasis web seperti Hotmail (sekarang Outlook), Gmail dan Yahoo
Mail, secara efektif merupakan bentuk komputasi awan. Email Anda dan kontak
tidak disimpan pada komputer lokal dan disimpan di awan, yang memungkinkan
untuk memeriksa email dari mana saja.
Cloud adalah bagian penting dari
berbagai bentuk komunikasi internet. Skype, video-chat dan layanan pesan instant populer, memanfaatkan cloud sehingga jutaan
pengguna dapat yang memungkinkan semua terhubung satu sama lain. Platform
komunikasi terpadu lain juga memanfaatkan awan untuk memberikan layanan,
misalnya Hosted Lync adalah platform komunikasi yang terpadu Microsoft host di
cloud.
5. Jaringan Sosial
Banyak situs jejaring sosial yang
mencapai jutaan pengguna dan memanfaatkan awan adalah cara yang masuk akal
untuk menjaga layanan mereka tersedia dan dapat diandalkan. Jadi setiap kali
anda posting di Facebook atau menulis tweet otomatis anda menggunakan cloud.
Hal tersebut seperti data hasil
postingan dalam account facebook, twitter dan lain-lain dapat diakses dimanapun
baik menggunakan komputer dan smartphone atau media yang serupa. Hal serupa
seperti Instagram dan Flickr juga layanan berbasis cloud. Anda mungkin tidak
berpikir telah menggunakan cloud dalam aktivitas sehari-hari, tetapi sangat
mungkin jika anda tidak menyadarinya.
11.
Tutorial membuat Cloud
Computing
Membuat layanan cloud sendiri dengan Server Ubuntu maupun
CentOS. Setelah kita menginstall Server untuk Cloud, tahap selanjutnya kita
Installkan Program-program pendukung antara lain :
1. Apache Server 2 atau versi terbaru
2. PHP 5.1 keatas : php5 php5-json
php-xml php-mbstring php5-zip php5-gd php5-sqlite curl libcurl3 libcurl3-dev
php5-curl php-pdo
3. Database bisa menggunakan SQLite,
MySQL 5.1, atau PostgreSQL 8 atau versi terbaru
4. Software owncloud 4.0
Operating System bisa menggunakan GNU Linux, Microsoft
Windows, Solaris, MacOSX maupun keluarga BSD (FreeBSD, NetBSD, OpenBSD, dll).
Dengan syarat terdapat web server HTTP dan PHP serta database engine (SQLite,
MySQL, PostgreSQL).
Ø Install ownCloud di Ubuntu
Download
Software ownCloud
http://owncloud.org/support/install/ownCloud
4.0 – md5
Extract
file owncloud yang telah kita download : tar xfz
owncloud-owncloud-master.tar.gz
Kemudian
salin ke direktori Apache : sudo cp -r owncloud /var/www
Buat
direktori owncloud di Apache: cd /var/www; sudo chown -R www-data:www-data
owncloud
Setelah
selesai menginstall owncloud
Buka
http://ip-address-anda/owncloud pada browser.
Jika
terjadi kesalahan dan muncul messages
Could
not open /var/www/.well-known/host-meta for writing, please check permissions!
Teman-teman
harus mengecek kembali permission direktorinya.
Direktori
/var/www/.well-known/host-meta harus writeable oleh user apache,
Misal
usernya adalah www-data.
Cukup
mengganti permission dengan command chown pada seluruh direktori /var/www.
chown
-R www-data /var/www
Setelah
berhasil Anda bisa membuka kembali http://ip-address-anda/owncloud dan
melakukan login dengan user dan password Anda.
Masukan
user, password dan konfigurasi database:
Gambar
Upload file di Cloud
Gambar
Contact
Keterangan
: Settingan default upload file pada
owncloud 2MB kita dapat mengubahnya sendiri sesuai keinginan.
BAB
III
PENUTUPAN
v KESIMPULAN
Gagasan penggunaan Cloud Computing
ini pada dasarnya meliputi sejarah awal penggunaan sistem cloud computing,
sistem kerja yang ada pada cloud computing, serta kelebihan yang terdapat pada
cloud computing. Cloud computing menjadi jawaban dari masalah ketidak
praktisannya membawa storage devices kemanapun anda pergi. Dengan adanya sistem
Cloud Storage yang berbasis storage online anda dapat membawa pekerjaan anda
dengan mudah kemanapun anda inginkan, asalkan terdapat jaringan internet maka
kita dapat mengakses data tersebut kapan saja, karena telah data kita telah
tersimpan secara digital pada Cloud Storage.Sistem ini dapat menunjang
mobilitas kita dalam membawa data.
Gagasan cloud computing pada masa
yang seperti ini, merupakan suatu solusi cerdas dimana saat ini kebutuhan
manusia akan data dalam bentuk digital semakin banyak. Cloud computing
memberikan kemudahan bagi masyarakat umum untuk menyimpan data-data pekerjaan
mereka dengan mudah tanpa harus mengeluarkan biaya untuk membeli sebuah device
storage, karena data mereka akan disimpan secara online dalam cloud storage,
dimana data akan disimpan dalam satu server online. Dengan begini, pekerjaan
manusia akan menjadi semakin mudah, dengan kita menyimpan data pekerjaan di
salah satu server cloud storage, maka kita tidak perlu khawatir lagi ketika
kita lupa untuk membawa storage device kita, karena data pekerjaan tidak hanya akan disimpan pada
storage devices yang kita miliki, namun kita dapat menyimpan data pekerjaan
dalam cloud storage yang akan memudahkan kita ketika membawa data tersebut, dan
data tersebut akan aman.
Cloud storage akan diminati oleh banyak masyarakat dunia
karena kebutuhan manusia akan data semakin meningkat, dan manusia butuh sesuatu
yang lebih praktis, maka dengan adanya cloud storage terjawab sudah
permasalahan tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. (2012).
Kelebihan dari Cloud Computing. http://blog.binadarma.ac.id/nayel/2012/11/22/kelebihan-dari-cloud-computing-komputasi-awan.html
Anonim. (2011).
Mekanisme Akses Cloud Computing. http://opensource.telkomspeedy.com/wiki/index.php/Cloud_Computing#Mekanisme_Akses_Cloud_Computing
Anonim. (2011).
Mengenal apa dan cara kerja dari Cloud Computing. http://iklansurya.net/cloud-computing-mengenal-cloud-computing-dan-cara-kerjanya
Anonim. (2011).
Mengenal Cloud Computing. http://www.locus.co.id/?pg=1
Anonim. (2011).
Sejarah Cloud Computing. http://www.iqbalnurhadi.com/2011/03/sejarah-cloud-computing/







0 komentar:
Posting Komentar